Pasca OTT Bupati Nganjuk Atas Dugaan Kasus Jual Beli Jabatan Oleh KPK, Warga Minta Seleksi Perangkat Desa Diulang?

Pasca Tertangkapnya Bupati Nganjuk Atas Dugaan Jual Beli Jabatan Oleh KPK, Warga Minta Seleksi Perangkat Desa Diulang? 



Kabar menggemparkan kini datang dari kota Nganjuk, Jawa Timur sekaligus kabar ini membawa kekecewaan yang amat mendalam terhadap kinerja Pemkab Nganjuk pada khususnya. 

Pasalnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggelar operasi tangkap tangan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Senin (10/5/2021) dini hari bersama Bareskrim Polri.

Dalam OTT tersebut, diduga orang nomor satu di kota Nganjuk yaitu Novi Rahman Hidayat  ikut terjaring.

“Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Bareskrim Polri dengan KPK,” tegas Plt Juru Bicara KPK ali Fikri dikutip Antara.

Pasca OTT, KPK dikabarkan masih memeriksa Bupati Nganjuk bersama pihak-pihak lainnya yang turut ditangkap. Adapun penangkapan diduga terkait dengan tindak pidana korupsi lelang jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk.

Atas kejadian ini pula banyak dari masyarakat kota Nganjuk yang tidak percaya lagi dengan hasil ketetapan seleksi perangkat desa yang baru saja diselenggarakan beberapa hari yang lalu. Terlebih lagi dugaan ini diperkuat dengan OTT yang dilakukan KPK terhadap sang bupati dengan dugaan jual beli jabatan.

Akibatnya kini banyak pihak meminta seleksi perangkat desa agar diulang dan dilakukan secara transparan tanpa ada tindakan kecurangan sedikitpun. Mereka menganggap jika hasil seleksi perangkat desa kemaren sarat dengan tindakan kecurangan dan tidak adil.

Seperti yang terjadi di Desa Nglaban, Kecamatan Loceret dan Desa Trayang Kecamatan Ngronggot, banyak protes dari warga terhadap terjadinya kecurangan dalam seleksi pengisian perangkat.

Bahkan sebagai bentuk pelampiasan kekesalan atas dugaan tindakan kecurangan ini, warga memberikan karangan bunga dengan tulisan yang sarat dengan makna sindiran terhadap pihak yang bersangkutan.

Jika di Desa Trayang dan Desa Nglaban bentuk protes seleksi pengisian perangkat desa dengan mengirim karangan bunga, lain lagi bentuk protes di Desa Demangan Kecamatan Tanjunganom.

Dilansir dari Harianbhirawa.co.id, Salah satu peserta ujian pengisian jabatan Sekretaris Desa mengungkapkan jika ia bersama tiga peserta lainnya dari lima calon sekretaris Desa Demangan menolak hasil tes tersebut, karena mereka menduga kuat adanya kecurangan dalam proses penyaringan,” ujar Andika Wahyu Al Amin selaku salah satu peserta ujian pengisian jabatan Sekretaris Desa.

Andika mengatakan, kecurigaan atas kecurangan yang dilakukan panitia bertambah kuat saat dirinya yang awalnya mendapat nilai nol di dua poin penilaian, lalu setelah dilakukan protes nilainya berubah, menjadi sepuluh dan delapan.

“Saat saya melakukan protes, awalnya tidak mendapat tanggapan dari panitia, tapi setelah saya mengatakan hal ini, akan saya sampaikan pada wartawan, malah ketua panitia yang namanya Siswanto malah memanggil Polisi yang bertugas sebagai pengawas,” ujar Andika lagi.

Sementara Shan Duta Sukma Pradana yang juga sebagai salah satu peserta pengisian perangkat Desa Demangan juga mengatakan hal yang serupa, dirinya juga mempersoalkan peserta yang dinyatakan lolos mendapatkan nilai yang nyaris sempurna.


Source: Indozone.id, Harianbhirawa.co.id

Posting Komentar untuk "Pasca OTT Bupati Nganjuk Atas Dugaan Kasus Jual Beli Jabatan Oleh KPK, Warga Minta Seleksi Perangkat Desa Diulang?"