©
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara memperbaiki Tweeter yang Rusak dengan Mudah

 Cara memperbaiki Tweeter yang Rusak dengan Mudah

Salah satu masalah yang kerap kali dialami oleh para pengguna tweeter adalah ketidakberfungsian dari tweeter itu sendiri. Penyebab dari kerusakan tweeter biasanya disebabkan karena tweeter memiliki daya yang lebih kecil dibandingkan dengan speaker mid dan low. Selain itu, speaker tweeter memang sengaja diranjcang khsuus untuk menghandle frekuensi suara yang sangat tinggi.

Tweeter adalah jenis tweeter yang sangat dibutuhkan oleh beberapa orang. Jenis speaker tweeter dikenal dengan speaker treble. Speaker tweeter memiliki kemampuan menghasilkan frekuensi audio yang sangat tinggi. Yakni kisaran, 5.000 Hz – 20.000 Hz. Sehingaa tweeter dapat menghasilkan suara atau audio yang berkualitas dan keras.

Biasanya tweeter dapat mengalami kerusakan yang fatal apabila segera tidak diperbaiki. Oleh karena itu, menjaga dan merawat tweeter sangat diperlukan untuk dapat menjaga keawetan dari tweeter itu sendiri. Tweeter masih sejenis dengan horn toa. Tiap-tiap tweeter memiliki kekuatan yang berbeda-beda tergantung pakah tweeter tersebut merupakan tweeter rumahan atau tweeter lapangan.

Dalam beberpa kasus, speaker tweeter memang sangat rentan mengalami kerusakan. Akan tetapi, tweeter masih bisa diperbaiki dan digunakan kembali. Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk dapat memperbaiki tweeter. Namun, sebelum saya masuk ke tutorial bagaimana cara memperbaiki tweeter yang rusak. Saya akan menjelaskan terlebih dahulu, apa saja yang menjadi penyebab speaker tweeter mudah mengalami kerusakan.


Penyebab Tweeter Mudah Mengalami Kerusakan

Tweeter rentan mengalami kerusakan. Untuk itu, sebagai pengguna tweeter, kamu perlu menjaga dan merawat tweeter agar bisa awet dan tahan lama, sehingga tidak akan mudah mengalami kerusakan.

Berikut adalah penyebab mengapa tweeter mudah mengalami kerusakan dan solusinya.


Arus DC

Penyebab yang paling sering muncul ialah masalah dari arus DC. Arus DC (Direct Current) adalah arus listrik searah. Biasanya kerusakan pada tweeter disebabkan oleh arus DC yang bocor. Kebocoran ini membuat spoel tweeter ikut terbakar, hal ini terjadi ketika power amplifier mengalami kerusakan dan kelebihan yang tidak diketahui sebelumnya bahwa power sudah dalam keadaan yang bahaya atau darurat.

Akan tetapi, pada pemakaian elco yang sudah terpasang pada tweeter. Seharusnya sudah menjadi indikasi kerusakan poada tweeter. Karena biasanya, elco akan meledak tiap kali ada kerusakan pada bagian speaker yang aktif terutama pada saat terjadi out amplifier.


Kurang Memperhatikan Tahanan Tweeter

Masalah yang sering muncul berikutnya ialah, banyak orang yang masih tidak memperhatikan tahanan yang dimiliki tweeter. Tahanan tweeter biasanya memakai kapasitor. Fungsi dari kapasitor pada tweeter sendiri ialah sebagai crossover.

Tweeter yang tidak dilengkapi dengan kapasitor pasti akan sangat rentan mengalami kerusakan. Tahanan tweeter biasanya menggunakan kapasitor tweeter. Bagi pemakai crossover yang pasif sudah disediakan jalur khusus tweeter.

Akan tetapi, ada beberapa yang masih tanpa crossover dan biasanya masih berupa kapasitor saja. Apabila tidak memakai kapasitor, tweeter akan mudah rusak dan tentu saja suara yang dihasilkan tidak cukup bagus dan bahkan mengalami beberapa kendala terkait suara yang dihasilkan.  

Kapasitor yang digunakan tergantung pemakaian. Pakah kapasitor tersebut digunakan untuk lapangan, rumahan atau untuk audio mobil. Tentu saja penggunaan kapassitor diantara ketiganya jelas berbeda.

Untuk ampli rumahan biasanya memakai elco kisaran 4,7 uf untuk tweeter acr. Apabila suara yang dihasilkan masih terlalu kasar dan kurang nyaring didengarkan, kamu bisa memakai elco yang 2,2 uf 50 volt.

Untuk penggunaan tweeter lapangan, kamu bisa memakai kapasitor yang biasa digunakan untuk kipas angina tau kapasitor yang bentuknya kotak. Semakin kecil ukuran kapasitasnya, maka semakin tinggi pula range frekuensi yang di cross. Kapasitor yang sering digunakan yakni ukuran 1,5 uf, 2 uf, 2,2 uf dan 4,5 uf yang semua voltasenya 350 V. 

Dengan menggunakan tahana kapasitor tweeter jenis kipas angin, maka lebih tahan lama. Selain itu lebih menghemat biaya dan tidak memakan banyak waktu. Dikarenakan lebih mudah dan murah. Hal ini sudah dibuktikan oleh pemilik sound system dan sebagian orang yang benar benar berkecimpung di dunia sound sistem dan memang terbukti dapat menghemat driver tweeter yang dipakai.


Cara Memperbaiki Tweeter Yang Sering Putus

Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk dapat mengatasi atau menangani tweeter yang sering putus. Berikut adalah cara-cara yang bisa kamu lakukan.


1. Memasang Elco

Cara yang pertama yakni dengan memasang elco. Cara ini dianggap ampuh untuk dapat menjaga ketahanan dan keawetan tweeter. Fungsi dari elco sendiri adalah membatasi, memotong frekuensi suara dan mengahandle suara yang dihasilkan.  Pada saat pemasangan elco, kamu bisa mengatur elco kisaran 1 uf – 4,7 uf.

2. Memasang Crossover Pasif

Cara yang kedua yakni dengan memasang crossover pasif. Fungsinya yaitu, memfilter atau membagi frekuensi yang telah masuk ke speaker. Seperti haalnya, freukensi tinggi dikhususkan untuk tweeter, frekuensi sedang dikhususkan untuk nada middle. Dan frekuensi rendah untuk bass. Dengan demikian suara yang dihasilkan akan lebih bagus dan hal itu akan menjaga keawetan dan ketahanan dari tweeter itu sendiri.


Cara Memasang Kapasitor Tweeter

Pada saat akan memasang kapasitor tweeter, pastikan si seri jalur positif (+). Sesuaikan dengan karakter tweeter, apabila suara yang dihasilkan masih belum sesuai dan terdengar masih ada suara aneh berarti kapasitor harus dikecilkan ukurannya atau bisa disesuaikan dengan range frekuensi yang lainnya. Hal itu mungkin disebabkan oleh nada mid yang terlalu kasar.

Apabila sudah dikecilkan range frekuensinya, namun suara yang dihasilkan masih kurang bagus danhalus, maka kamu perlu mengecilkan ukuran kapasitornya.

Semakin kecil suara tweeter yang dihasilkan maka semakin kecil pula kemungkinan untuk tweeter boros. Untuk mengejar mid hight biasanya berada di tweeter pemakaian speaker 12 inci. Untuk itu, kemungkinan tweeter hanya dipakai khusus hight. Biasanya, akan lebih tahan lama jika dipasangkan dengan 10 inci. Dikarenakan pengaturan tweeter halus kasanya hanya dapat ditangani di 10 inci.

Tiap-tiap orang pasti mempunyai selera tersendiri dalam hal menyesuaikan hasil suara speaker. Akan tetapi, jiika kamu tidak ingin boros, maka kamu harus mengatur setelan lebih halus dan lebih bagus. 

Selain itu pengaturan EQ juga sangat berpengaruh terhadap kinerja tweeter. Hal itu karena EQ yang menentukan frekuensi yang akan mengalir ke tweeter. Penyesuaian sistem mid juga harus diperhatikan. Misalnya, memakai sistem mid 3 way atau 2 way dengan mid 10 inci. 

Apabila tweeter di cross 1,5 uf maka tweeter yang dihasilkan akan cenderung lebih halus, sedangkan frekuensi yang dibawah 3000 Hz dapat ditangani oleh 10 inci meskipun terkesan berisik.


Akhir Kata

Demikian adalah informasi mengenai, penyebab mengapa tweeter sering mengalami kerusan dan solusi bagaimana cara memeperbaiki tweeter yang rusak. Semoga informasi ini dapat membantu kamu dalam mengatasi tweeter yang rusak, ya. Sekian dan terima Kasih.

Posting Komentar untuk "Cara memperbaiki Tweeter yang Rusak dengan Mudah"